Virtual Learning Community edisi 12 Agustus 2021 mengusung semangat kemerdekaan bangsa Indonesia yang sarat akan kebersamaan. Founder Gemah Ripah Indonesia, Ibu Risa E. Gozali mengupas tuntas tentang Prinsip Dasar Membangun Organisasi Yang Besar dengan memahami Basic Rules dalam Bisnis Networking.

Basic Rules adalah hal hal dasar yang wajib dipahami oleh setiap anggota komunitas. Basic rules sendiri merupakan rambu rambu yang harus dijalankan dan diterapkan dalam suatu komunitas agar bertumbuh sehat dan berfungsi sebagai pengikat / budaya.

 

Mengapa Basic Rules penting ?

Basic Rules berperan sebagai rambu rambu agar selamat sampai tujuan. Dengan adanya Basic Rules maka suatu sistem akan lebih mudah dimengerti, mudah dilakukan dan diduplikasi. Pada akhirnya dengan adanya rambu rambu ini akan lebih hemat waktu dan biaya dalam  mencapai tujuan bersama, sekaligus menjaga atmosfir tetap positif dan terarah.

 

Bisnis Networking adalah bisnis manusia

Bisnis asuransi adalah adalah bisnis networking dengan unsur 80% manusia, 20% tekhnis

Berkecimpung di bisnis manusia kita melibatkan latar belakang yang berbeda, masing masing membawa “bagasi” dari masa lalunya, seperti ego, nafsu, ambisi, iri dsb. Faktor usia, pendidikan , kedudukan, status sosial, fisik, latar belakang agama dan budaya merupakan perbedaan yang kita hadapi di bisnis manusia.

Bagaimana kita dapat menyatukan dan menyelaraskan perbedaan-perbedaan tersebut ?

Sikap dan pola pikir baru seseorang sebelum terjun di bisnis networking sangat menentukan dalam membangun bisnis networking menjadi besar.

Pahami bahwa untuk berubah butuh proses. Dimulai dengan perubahan dari dalam. Semua perlu merendahkan hatinya untuk memulai bisnis ini. Self development lebih penting dalam membangun bisnis networking.

 

3 Basic Rules yang harus dipahami :

  1. Edifikasi & Duplikasi

Edifikasi atau talk nice bicara yang baik dalam arti sempit, sementara dalam arti lebih luas edifikasi adalah berpikir, bersikap, dan berkata positif. Kerendahan hati, tidak jumawa, tidak sombong, menghargai, menggunakan power atau meminjam power manakala kita tidak memiliki power untuk mendorong maju orang lain,  mengendalikan ego yang dilakukan dengan tulus. Mengutamakan jiwa yang tulus sebagai panglima dan ego sebagai booster pelaksana dalam tindakan.

Edifikasi tidak sekedar berpikir yang berbuah sikap, atau kata dan bicara yang berbuah perbuatan yang dilakukan secara bersyarat. Perilaku edifikasi harus dilakukan secara tulus dan terus menerus sehingga menjadi kebiasaan bahkan karakter. Kebiasaan yang membangun karakter ini dapat pula berbentuk budaya dalam lingkungan yang terbentuk dan pada akhirnya terjadilah atmosfer hubungan silaturahmi tulus saling membantu untuk mengembangkan usaha.

 

  1. Konsultasi

Sangat penting kita berkonsultasi kepada orang yang tepat / lebih berpengalaman, agar kita tahu blank spot kita dan dapat strategi yang paling cepat dan tepat untuk mencapai goal tanpa melakukan kesalahan yang sama.

Jangan mengabaikan konsultasi karena gengsi seolah menunjukkan kelemahan atau ketidakmampuan. Hindari rasa sungkan dan masih menganggap ini bisnis sederhana dengan modal kecil, maka tidak membutuhkan konsultasi.

Konsultasilah pada Upline yang aktif, yang peduli akan kemajuan bisnis Anda. Konsultasi perlu sebab kita tidak bisa melihat kekurangan diri sendiri. Kita perlu bantuan kacamata upline yang lebih tahu dan lama melakoni hukum hukum di bisnis ini.

Persiapkan sikap anda saat konsultasi dengan prinsip TRUST dan sikap SIAP. Jangan mempertanyakan. Ingat, pemberian konsultasi bukan untuk menekan, konsultasi menawarkan option dan berdiskusi untuk menemukan solusi.

 

  1. No Crosslining

Fokuslah pada goal sendiri, tidak ikut campur dalam urusan bisnis partner lain. Tidak membicarkan hal – hal negative dengan crossline. Jika ada crossline meminta konsultasi senantiasa edifikasi uplinenya dan anjurkan untuk konsultasi.

Coming together is a beginning

Keeping together is progress

Working together is success

 

 

Kontributor : Ana Antarisa (https://www.instagram.com/anaantarisa/)