Seringkali muncul pertanyaan bagi sebagian orang, untuk apa sih kita perlu memiliki asuransi? Pada dasarnya, memiliki asuransi adalah sebuah bentuk cinta dan tanggung jawab. Dengan memiliki asuransi, berarti kita menyediakan perlindungan dari risiko keuangan saat sakit ataupun meninggal dunia.

 

Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah produk asuransi apa yang harus kita miliki? Macamnya ada apa saja ya? Secara garis besar, ada dua macam asuransi, yaitu asuransi tradisional dan asuransi unit link (produk asuransi yang disertai manfaat investasi). Kedua produk ini berbeda dan memiliki kelebihan masing-masing.

 

Sebelum membeli produk asuransi, perlu kita ketahui terlebih dulu perbedaan keduanya agar kita paham dan dapat mempertimbangkan kebutuhan perlindungan asuransi seperti apa yang dibutuhkan sesuai rencana keuangan jangka panjang.

 

  1. Nilai tunai

Yang dimaksud dengan nilai tunai adalah manfaat uang tunai yang didapatkan dari hasil investasi unit link, yang dapat dicairkan oleh nasabah pada periode tertentu selama masa asuransi saat nasabah masih hidup. Hasil investasi unit link ini nilainya tidak dijamin.

 

Jadi asuransi unit link merupakan proteksi dengan adanya tambahan nilai tunai.

 

Namun, yang perlu diingat adalah fungsi utama asuransi unit link tetap fokus pada nilai proteksinya, bukan pada nilai investasinya.

 

Untuk Asuransi Tradisional, secara umum tidak ada investasi, walaupun pada produk tradisional tertentu (tradisional berjangka), ada nilai tunai yg dijamin.

 

  1. Besaran Premi

Besaran premi pada asuransi tradisional jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan asuransi unit link. Mengapa begitu? Karena asuransi tradisional hanya berfokus pada Uang Pertanggungan saja tanpa disertai adanya investasi.

Sedangkan asuransi unit link besaran preminya lebih tinggi, karena selain menyediakan Uang Pertanggungan, produk ini juga mengandung nilai tunai yang didapat dari  manfaat investasi.

 

Pada produk tradisional berjangka, preminya relatif lebih mahal karena ada nilai tunai yg dijamin.

 

  1. Masa Pertanggungan Asuransi

Masa pertanggungan asuransi tradisional umumnya hanya memberikan perlindungan terbatas, tidak sampai usia tertanggung 99 tahun. Berbeda dengan asuransi unit link dengan masa asuransi yang berlaku seumur hidup atau hingga usia tertanggung mencapai usia 99 tahun.

 

  1. Cuti Premi

Kelebihan yang paling menonjol dalam asuransi unit link adalah fitur cuti premi. Yang dimaksud dengan cuti premi adalah pada periode tertentu atau dalam keadaan mendesak, nasabah boleh untuk tidak membayar premi tanpa membuat polis berakhir. Selama masa cuti premi, cost of insurance akan dibayarkan oleh nilai tunai.

Dalam asuransi tradisional istilah cuti premi ini tidak ada, sehingga nasabah harus terus membayar premi agar polis tetap berjalan.

 

  1. Masa Bayar

Pada dasarnya jangka pembayaran premi asuransi unit link dan tradisional berjangka bisa dipilih sesuai kebutuhan (bulanan, kuartal, semester, tahunan). Asuransi tradisional berjangka memiliki pilihan masa pembayaran premi yang lebih singkat. Sedangkan asuransi unit link memiliki masa pembayaran premi lebih panjang, yaitu selama masa asuransi. Sehingga nasabah wajib memiliki kesadaran diri untuk terus membayar premi sesuai masa pembayaran yang telah disepakati.

 

Itulah informasi terkait perbedaan asuransi tradisional dan asuransi unit link yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih produk asuransi untuk memberikan proteksi maksimal sesuai kebutuhan & kemampuan.

 

Penulis : Nurul Herwindyah (https://www.instagram.com/nherwindyah/)