Beberapa tahun belakangan ini, franchise business atau bisnis jaringan semakin marak berkembang. Produknya beragam dan luar biasa. Mulai dari cilok sampai burge, harganya mulai dari merakyat sampai gedongan.

Untuk franchise makanan dan minuman, tidak ada satupun menu yang istimewa. Kopi, misalnya, banyak orang bisa bikin kopi enak, bahkan hanya dengan mencampur kopi sachet warungan yang diolah sendiri dengan susu atau gula aren. Banyak menu yang bisa diunggah di youtube dan semuanya enak.

Begitupun soal makanan, mau ayam goreng tepung model apa saja tersedia resep & cara memasaknya dan banyak orang bisa mempraktekannya. Tapi kenapa untuk berbisnis, banyak orang memilih franchise? Begitu rumitkah cara memasak dan mengelola sebuah kedai?

Memang butuh waktu lama untuk menentukan resep yang pas. Setelah pas resepnya, butuh waktu lagi untuk meracik dan memasak dengan cara yang pas. Setelah pas cara memasaknya, butuh waktu lagi untuk mengulang ulang racikan agar rasanya selalu sama saat disajikan. Setelah semua selalu sama, butuh waktu lagi untuk mendidik orang melakukan hal yang sama secara terus menerus. Setelah semua orang bisa melakukan hal yang sama secara terus menerus, mulai kita pikirkan soal manajemennya.

Trial and error ini yang membuat sebuah riset menjadi sangat mahal dan berharga. Oleh karena itu jika ada orang lain yg mau membagikan hasil resetnya, banyak orang mau membelinya. Begitulah adanya. Maka francise business menjamur dimana mana, karena bisa memangkas biaya dan waktu untuk riset yang belum tentu berhasil.

Nah, bagaimana kalau ada sebuah perusahaan yang memberikan modal secara penuh untuk kita mengembangkan bisnis jaringan? Kita tidak perlu bayar francise fee ratusan juta bahkan milyaran rupiah, kita tidak perlu sewa tempat dan membayar biaya operasionalnya, kita tidak perlu menggaji karyawan.

Bagusnya lagi, kita punya lisensi untuk mengembangkan bisnis tersebut dengan mengajak orang lain melakukan hal yang sama, dan kita mendapatkan royalti atas hal tersebut. Mau yang bagus lagi? Tidak ada batas maksimal untuk jumlah outlet yang kita buat. Berapa pun banyaknya outlet yang kita miliki, perusahaan rekanan tetap membayarkan royaltinya.

Jadi mana yang kamu pilih? Franchise pakai modal, atau franchise tanpa modal?

Waaahhh, masih minta yang bagus lagi? Ada sih…, tapi bukan dari perusahaan. Training dan development yang terstruktur, teratur dan terpadu, untuk membangun bisnis jaringan.

Hal yang sangat penting ini hanya ada di Gemah Ripah Indonesia, salah satu komunitas mitra bisnis terbaik dari Allianz Life Indonesia.

 

Kontributor : Fitri Wirantie (https://www.instagram.com/nien_fitriwirantie/)