Omzet Allianz Life Indonesia tetap bertumbuh di saat pandemi. Terbukti, makin besar resiko, masyarakat makin sadar asuransi.

Tapi asuransi itu bukan kebutuhan primer..,mana mungkin masyarakat mau memprioritaskan asuransi??

Betul! Kebutuhan primer cuma ada 3: sandang, pangan, papan.

Ga ada asuransi. Tapi…, bagaimana sandang, pangan & papan kita tetap bisa terpenuhi jika terjadi resiko?

Monggo dipilih ya:

– nguras tabungan (please cek ada berapa ratus juta atau milyar?)

– jual aset (please cek sudah lunas apa belum? gampang ga jualnya?)

– utang (coba bikin daftar: siapa saja yg mau kasih utang, brapa banyak ngutanginnya, dan gimana cara lunasinnya?)

– minta sumbangan (nahhh, yuk didata: siapa yg mau nyumbang & brapa banyak nyumbangnya)

– sisihkan 30-50 ribu per hari, tersedia dana darurat ratusan juta bahkan milyaran dalam 24 jam & 80 hari.

Asuransi *bukan* kebutuhan primer atau sekunder. Asuransi ‘hanya’ menjamin kebutuhan primer & sekunder tetap berjalan jika resiko hidup terjadi.

Dan ‘hanya’ dengan membantu orang lain punya proteksi, kita bisa punya asuransi tanpa batas, di saat sehat maupun sakit, di saat hidup ataupun mati.

Kontributor: Nien Fitri Wirantie

GRI Semarang

IG : @nien_fitriwirantie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *